Semarang — Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) resmi mengukuhkan Brigadir Jenderal TNI (Purnawirawan) Sudarto sebagai Profesor Kehormatan (Honorary Professor) di bidang Ilmu Hukum. Pengukuhan ini menjadi salah satu momentum penting bagi Fakultas Hukum UNISSULA dalam memperkuat kajian hukum yang berkaitan dengan aspek pertahanan, keamanan, dan kebijakan nasional.
Gelar profesor kehormatan merupakan penghargaan akademik tertinggi yang diberikan perguruan tinggi kepada tokoh dengan rekam jejak keilmuan, karya, dan kontribusi luar biasa di bidang tertentu, meski yang bersangkutan tidak meniti karier sebagai dosen tetap. Melalui pengukuhan ini, Brigjen TNI (Purn) Sudarto resmi menyandang gelar profesor dan berhak menjalankan sejumlah peran akademik di lingkungan UNISSULA, termasuk membimbing penelitian, memberi kuliah pakar, dan terlibat dalam pengembangan kurikulum hukum yang relevan dengan isu pertahanan dan keamanan.
Perjalanan Panjang di Dunia Hukum dan Pertahanan
Sepanjang kariernya, Brigjen TNI (Purn) Sudarto dikenal memiliki pengalaman luas dalam bidang hukum militer dan kebijakan pertahanan. Perpaduan antara latar belakang kemiliteran dan pendalaman ilmu hukum menempatkannya sebagai figur yang relevan untuk mengisi kekosongan kajian interdisipliner antara hukum sipil dan hukum pertahanan negara — sebuah bidang yang semakin dibutuhkan seiring kompleksnya tantangan keamanan nasional dan global saat ini.
Rektor UNISSULA dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengukuhan profesor kehormatan ini sejalan dengan visi UNISSULA untuk terus menghadirkan pakar-pakar lintas disiplin ke lingkungan kampus, guna memperkaya proses pembelajaran mahasiswa sekaligus mempertajam arah riset fakultas.
“Kehadiran para pakar dengan pengalaman praktis di lapangan akan memperkaya khazanah keilmuan hukum di UNISSULA, sekaligus menjembatani jarak antara teori hukum di ruang kelas dengan realitas penegakan hukum dan kebijakan negara.”
Dampak bagi Fakultas Hukum UNISSULA
Fakultas Hukum UNISSULA menyambut baik pengukuhan ini sebagai bagian dari strategi memperkuat kompetensi lulusan, khususnya bagi mahasiswa yang menekuni konsentrasi hukum tata negara, hukum internasional, dan hukum pertahanan. Kehadiran seorang profesor kehormatan dengan latar belakang militer diharapkan membuka ruang kolaborasi riset baru, termasuk kajian bersama dengan lembaga pertahanan dan keamanan negara.
Selain itu, pengukuhan profesor kehormatan turut menjadi bagian dari upaya UNISSULA meningkatkan mutu akademik secara berkelanjutan, sejalan dengan status Akreditasi Unggul yang telah diraih UNISSULA dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Program pengembangan sumber daya insani, termasuk melalui skema profesor kehormatan, menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga mutu tridarma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Komitmen UNISSULA pada Kajian Hukum Kontemporer
Ke depan, UNISSULA berharap kolaborasi keilmuan bersama Profesor Kehormatan Sudarto dapat melahirkan penelitian-penelitian yang aplikatif, baik dalam bentuk publikasi ilmiah, kajian kebijakan, maupun program pengabdian masyarakat yang menyentuh isu hukum dan pertahanan di tingkat lokal maupun nasional. Fakultas Hukum UNISSULA juga membuka peluang bagi mahasiswa pascasarjana untuk terlibat langsung dalam riset-riset yang akan digagas bersama beliau.
Pengukuhan profesor kehormatan ini menjadi pengingat bahwa dunia akademik tidak berdiri sendiri, melainkan perlu terus terhubung dengan pengalaman praktis di lapangan agar keilmuan hukum yang dikembangkan senantiasa kontekstual dan bermanfaat bagi masyarakat luas.