Semarang — Program Doktor Teknik Sipil Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) kembali meluluskan seorang doktor baru melalui pelaksanaan ujian terbuka promosi doktor. Muhammad Nafhan Isfahani berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan tim penguji dengan mengangkat topik yang sangat relevan dengan tantangan pembangunan infrastruktur di Indonesia: model antisipasi dan solusi cost overrun pada proyek pembangunan jalan tol.

Cost overrun, atau pembengkakan biaya proyek dari anggaran yang telah direncanakan, merupakan persoalan klasik yang kerap membayangi proyek-proyek infrastruktur berskala besar, termasuk pembangunan jalan tol di Indonesia. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada aspek finansial, tetapi juga dapat memperlambat jadwal penyelesaian proyek serta menimbulkan risiko terhadap kelayakan investasi jangka panjang.

Menyasar Akar Persoalan Pembengkakan Biaya

Dalam disertasinya, Muhammad Nafhan Isfahani mengidentifikasi sejumlah faktor dominan penyebab terjadinya cost overrun pada proyek jalan tol, mulai dari perubahan desain di tengah masa konstruksi, fluktuasi harga material, keterlambatan pembebasan lahan, hingga faktor eksternal seperti kondisi geoteknik yang tidak sepenuhnya terpetakan sejak tahap perencanaan awal.

Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan sebuah model antisipasi yang dapat digunakan oleh perencana maupun kontraktor proyek untuk mendeteksi potensi pembengkakan biaya sejak dini, sekaligus menyusun strategi mitigasi yang lebih terukur. Model ini dirancang agar dapat diterapkan secara praktis dalam siklus manajemen proyek infrastruktur, bukan sekadar berhenti pada tataran teori akademik.

“Model yang dikembangkan diharapkan menjadi alat bantu pengambilan keputusan bagi para pemangku kepentingan proyek jalan tol, agar potensi pembengkakan biaya dapat diantisipasi sedini mungkin, bukan hanya ditangani setelah masalah terjadi.”

Kontribusi bagi Dunia Konstruksi dan Kebijakan Publik

Tim penguji dalam ujian terbuka tersebut menyoroti relevansi tinggi dari topik penelitian ini, mengingat pembangunan jalan tol merupakan salah satu prioritas pembangunan infrastruktur konektivitas di Indonesia. Efisiensi biaya dalam proyek-proyek strategis semacam ini memiliki dampak luas, tidak hanya bagi kontraktor dan investor, tetapi juga bagi keberlanjutan program infrastruktur nasional secara keseluruhan.

Penelitian ini juga memperkaya khazanah keilmuan manajemen konstruksi di lingkungan Program Doktor Teknik Sipil UNISSULA, yang selama ini dikenal aktif menghasilkan riset-riset aplikatif di bidang rekayasa infrastruktur, manajemen proyek, dan teknologi konstruksi berkelanjutan.

Selamat kepada Doktor Baru UNISSULA

Keberhasilan Muhammad Nafhan Isfahani menuntaskan ujian terbuka promosi doktor ini menambah daftar panjang lulusan program doktoral UNISSULA yang berkontribusi menghasilkan riset dengan manfaat langsung bagi dunia industri dan kebijakan publik. Civitas akademika UNISSULA turut menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas capaian akademik tertinggi ini.

Ke depan, hasil disertasi ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut melalui publikasi ilmiah di jurnal-jurnal bereputasi, serta dapat diadopsi sebagai referensi praktis oleh para pemangku kepentingan di sektor konstruksi jalan tol, baik dari kalangan pemerintah, badan usaha jalan tol, maupun kontraktor pelaksana.

#TeknikSipil #ProgramDoktor #RisetInfrastruktur #UNISSULA