Semarang — Aroma khas gudeg yang telah puluhan tahun menjadi ciri dapur keluarga Hj. Yetty kini merambah ruang yang lebih luas: pasar digital. Bersama tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA), usaha kuliner rumahan ini menjalani proses pendampingan untuk bertransformasi dari model penjualan konvensional menuju pemasaran berbasis digital, sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Usaha Gudeg Hj. Yetty selama ini dikenal di kalangan pelanggan setia berkat cita rasa otentik yang diwariskan turun-temurun. Namun seperti banyak UMKM kuliner tradisional lainnya, usaha ini menghadapi tantangan klasik: keterbatasan jangkauan pasar, minimnya dokumentasi produk yang menarik, serta belum optimalnya pemanfaatan kanal digital untuk menjangkau konsumen generasi baru yang terbiasa berbelanja secara daring.

Pendampingan Menyeluruh dari Dosen dan Mahasiswa

Program pendampingan yang digagas UNISSULA ini melibatkan dosen pembimbing lapangan bersama mahasiswa lintas program studi, mulai dari bidang ekonomi dan manajemen, teknik informatika, hingga ilmu komunikasi. Pendekatan lintas disiplin ini dipilih agar solusi yang dihadirkan benar-benar menyeluruh — mulai dari pembenahan branding produk, penataan strategi pemasaran, hingga penguatan kapasitas digital pelaku usaha itu sendiri.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian membantu Gudeg Hj. Yetty menyusun ulang identitas visual produk, termasuk logo, kemasan, dan dokumentasi foto produk yang lebih menarik untuk dipasarkan secara daring. Selain itu, pelaku usaha juga mendapatkan pendampingan teknis dalam mengelola akun media sosial dan platform pesan-antar makanan, termasuk cara menyusun konten promosi yang efektif dan menjawab kebutuhan konsumen modern.

“Digitalisasi bukan sekadar membuka akun media sosial, tetapi bagaimana pelaku UMKM memahami perilaku konsumen digital agar produk mereka benar-benar dilihat dan dipilih di tengah lautan informasi.”

Wujud Nyata Tridarma Perguruan Tinggi

Program pendampingan ini merupakan bagian dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, salah satu pilar tridarma perguruan tinggi yang menjadi komitmen UNISSULA selain pendidikan dan penelitian. Melalui program semacam ini, mahasiswa tidak hanya belajar dari teori di ruang kelas, tetapi juga mempraktikkan ilmu secara langsung untuk membantu menyelesaikan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro yang menjadi tulang punggung perekonomian lokal.

Bagi mahasiswa yang terlibat, program ini menjadi pengalaman berharga dalam mengasah kemampuan pemecahan masalah, komunikasi lintas generasi, sekaligus memahami tantangan riil yang dihadapi pelaku UMKM di lapangan — sesuatu yang tidak selalu bisa didapatkan hanya dari bangku perkuliahan.

Harapan ke Depan bagi UMKM Kuliner Lokal

Pihak keluarga pengelola Gudeg Hj. Yetty menyambut baik pendampingan ini dan berharap transformasi digital yang tengah berjalan dapat membuka peluang pasar baru, tidak hanya di wilayah Semarang, tetapi juga menjangkau konsumen dari luar kota melalui layanan pengiriman daring. Semangat pelestarian kuliner tradisional pun tetap dijaga, sekalipun kemasan dan cara promosinya kini mengikuti perkembangan zaman.

UNISSULA berkomitmen untuk terus memperluas program pendampingan serupa kepada UMKM lain di sekitar wilayah kampus maupun daerah binaan lainnya, sebagai wujud kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan berbasis inovasi dan digitalisasi.

#PengabdianMasyarakat #UMKM #DigitalisasiUMKM #UNISSULA